Blog

My Blog

Selamat datang di Personal Website Muhammad Sabiran, S.Kom

Tantangan Terbesar sebagai Developer Freelance

Personal & Refleksi 18 Jun 2025
Tantangan Terbesar sebagai Developer Freelance

Menjadi freelance developer sering dipandang sebagai gaya hidup yang bebas: kerja dari mana saja, atur waktu sendiri, tanpa atasan yang menekan.

Itu semua memang benar, tapi hanya setengah dari cerita. Di balik kebebasan itu, ada tantangan besar yang seringkali tidak terlihat dari luar. Sebagai seseorang yang sudah menjalani dunia freelance cukup lama, saya ingin berbagi tantangan-tantangan terbesar yang saya alami—bukan untuk menakuti, tapi sebagai refleksi dan pelajaran.


1. Tidak Ada Jalur yang Jelas

Saat bekerja di perusahaan, biasanya sudah ada:

  • Proses kerja yang baku

  • Tim yang terbagi jelas (PM, QA, DevOps)

  • Tujuan dan tanggung jawab yang spesifik

Sebagai freelancer, semua itu harus saya tentukan sendiri. Dari memahami kebutuhan klien, menyusun roadmap, hingga testing dan deployment—saya harus pegang semuanya. Di awal, ini sangat membingungkan dan membuat saya sering kehilangan arah.


2. Komunikasi dengan Klien Bukan Hal Mudah

Sebagus apapun skill teknikal saya, kalau saya tidak bisa:

  • Bertanya dengan tepat

  • Menyusun estimasi waktu realistis

  • Menjelaskan kenapa sesuatu perlu waktu lebih lama

… maka proyek bisa jadi kacau.

Klien bukan developer. Kadang mereka berpikir fitur “tambah tombol download” itu bisa selesai dalam 5 menit, padahal di balik itu ada banyak hal teknis. Menjaga ekspektasi dan tetap komunikatif jadi tantangan tersendiri.


3. Manajemen Waktu dan Diri Sendiri

Ini mungkin yang paling sulit: disiplin.

Tanpa atasan dan jam kantor tetap, saya sempat terjebak dalam pola:

  • Bangun siang

  • Menunda-nunda kerja

  • Lembur tidak sehat

  • Kehilangan akhir pekan

Menjadi bos untuk diri sendiri itu tidak mudah. Saya harus belajar membentuk kebiasaan kerja yang sehat dan realistis. Deadline tidak akan peduli kalau saya “lagi gak mood.”


4. Klien Menghilang atau Tidak Membayar

Ini tantangan yang sayangnya cukup sering terjadi:

  • Klien menghilang setelah dikasih preview

  • Bayaran tertunda tanpa kejelasan

  • Perubahan scope tanpa tambahan fee

Maka dari itu, saya belajar:

  • Selalu pakai kontrak

  • Minta DP sebelum mulai

  • Simpan semua bukti komunikasi

“Skill coding bisa dipelajari, tapi kemampuan menjaga diri dari eksploitasi datang dari pengalaman (dan luka).”


5. Harus Terus Belajar Sendiri

Di dunia freelance, tidak ada training internal, mentor, atau team code review.

Kalau saya tidak update teknologi terbaru, tidak belajar tools baru, saya akan tertinggal. Maka saya harus menyisihkan waktu khusus untuk belajar, eksplorasi, dan terus mengasah diri.


Penutup: Tantangan Membentuk Ketahanan

Semua tantangan itu kadang bikin lelah. Tapi di sisi lain, mereka juga membentuk saya jadi developer yang lebih tangguh, mandiri, dan punya intuisi bisnis.

Freelance bukan untuk semua orang, tapi bagi yang siap menghadapi tantangannya, ini bisa jadi jalur karier yang sangat memuaskan.

Kalau kamu juga sedang di dunia freelance atau ingin masuk ke sana, semoga tulisan ini bisa membantu mempersiapkan dirimu lebih baik. Dan kalau kamu punya tantangan sendiri sebagai developer freelance, yuk cerita di kolom komentar—saya senang diskusi!