Menjadi developer bukan hanya tentang menulis kode. Ini juga tentang bagaimana kita mengelola waktu, belajar dengan efektif, berkolaborasi, dan membangun produk yang rapi serta efisien. Selama perjalanan saya sebagai Full Stack Developer, saya menemukan bahwa beberapa tools gratis ternyata punya dampak besar dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja saya.
Di blog ini, saya akan membagikan tools gratis yang benar-benar saya gunakan—bukan sekadar daftar panjang tanpa konteks—beserta bagaimana mereka membantu saya jadi developer yang lebih baik.
1. Visual Studio Code (VS Code)
Editor kode yang ringan tapi powerful.
Dengan bantuan ekstensi seperti:
-
Prettier (formatting otomatis)
-
ESLint (linting)
-
GitLens (tracking perubahan)
-
Tailwind IntelliSense (autocomplete untuk Tailwind CSS)
VS Code jadi pusat kerja saya setiap hari.
2. Git & GitHub
Version control itu wajib.
Dengan GitHub, saya belajar:
-
Kolaborasi lewat pull request
-
Menulis dokumentasi di README
-
Menyimpan dan menampilkan portofolio kode saya
Bonus: GitHub Copilot juga bisa dicoba gratis untuk pelajar.
3. Postman
Saat membangun dan menguji API, Postman jadi teman terbaik.
Saya bisa:
-
Uji endpoint REST/GraphQL
-
Simpan koleksi request
-
Gunakan environment untuk testing
4. Notion
Digunakan untuk:
-
Merancang fitur (user story, flowchart)
-
Mencatat bug & solusi
-
Membuat personal roadmap belajar
Tool ini bantu saya tetap terorganisir meski bekerja sendirian.
5. Figma (Free Plan)
Sebagai developer, saya tak selalu butuh desain canggih, tapi:
-
Wireframe cepat
-
UI mockup dasar
-
Kolaborasi dengan desainer
Figma memudahkan semuanya, dan versi gratisnya sudah sangat cukup.
6. CodePen & StackBlitz
Untuk eksperimen kecil atau prototyping cepat tanpa setup lokal, saya gunakan:
-
CodePen (HTML/CSS/JS playground)
-
StackBlitz (simulasi project React, Angular, dll)
7. freeCodeCamp & MDN Web Docs
Sumber belajar gratis terbaik.
-
freeCodeCamp: pembelajaran interaktif & proyek langsung
-
MDN Web Docs: dokumentasi resmi yang bisa diandalkan
Setiap kali saya bingung soal JavaScript, CSS, atau API browser, saya kembali ke MDN.
8. ChatGPT (versi gratis / trial)
Saat butuh penjelasan cepat, debug ringan, atau inspirasi solusi, saya sering bertanya ke ChatGPT.
Bahkan blog ini pun saya susun dengan bantuannya.
9. Vercel / Netlify
Untuk deploy front-end (Next.js, React SPA), Vercel dan Netlify sangat cepat dan mudah.
-
Integrasi GitHub
-
Deploy otomatis setiap commit
-
Domain custom gratis
10. Clockify
Untuk mengatur waktu dan tahu berapa lama saya habiskan dalam satu task. Clockify bantu saya lebih disiplin dan mengenal pola kerja saya sendiri.
Penutup
Banyak orang berpikir jadi developer butuh tools mahal. Tapi kenyataannya, tools gratis pun bisa sangat powerful—asal digunakan dengan benar dan konsisten.
Setiap tool di atas tidak hanya membuat saya lebih produktif, tapi juga lebih fokus, terorganisir, dan termotivasi.